Beranda/ Prodi/ Ilmu Hukum
Sosial

Ilmu Hukum

Program studi yang mempelajari sistem hukum Indonesia — dari hukum perdata, pidana, tata negara, sampai hukum internasional. Lulusannya mendapat gelar Sarjana Hukum (S.H.) dan bisa berkarier di firma hukum, korporat, pemerintahan, atau lembaga peradilan.

Bandingkan prodi
Jenjang S1 · 4 tahun
Permintaan pasar Tinggi dan stabil
Gaji menengah Rp 8–15 jt /bln
01

Big Picture

DATA

Mempelajari teori, filsafat, dan praktik hukum di Indonesia meliputi hukum perdata, pidana, tata negara, administrasi negara, hukum internasional, dan hukum bisnis. Mahasiswa dilatih berpikir kritis, menganalisis regulasi, menyusun dokumen hukum, dan berargumentasi secara logis berdasarkan peraturan perundang-undangan.

Mata kuliah inti

  • Pengantar Ilmu Hukum & Filsafat Hukum
  • Hukum Perdata (Hukum Perikatan, Hukum Keluarga, Hukum Waris)
  • Hukum Pidana (Umum & Khusus)
  • Hukum Tata Negara & Administrasi Negara
  • Hukum Dagang & Hukum Bisnis
  • Hukum Internasional
  • Hukum Agraria / Sumber Daya Alam
  • Hukum Acara Perdata & Pidana
  • Hukum Ketanagakerjaan
  • Etika Profesi Hukum
  • Penulisan Hukum & Legal Drafting
SIAPA YANG COCOK

Cocok buat kamu yang suka membaca, berpikir logis, dan tertarik dengan keadilan serta tata aturan di masyarakat. Kalau kamu suka berargumen, menganalisis kasus, dan peduli dengan isu-isu sosial, prodi ini bisa jadi pilihan yang tepat.

Jenjang pendidikan

apa bedanya dengan jenjang lain?
D3 (Ahli Madya)
Program D3 Hukum berdurasi 3 tahun dan berfokus pada keterampilan praktis seperti pengelolaan dokumen hukum, tata persuratan peradilan, dan administrasi perkantoran hukum. Berbeda dari S1 yang lebih teoritis dan mendalam tentang berbagai cabang hukum.
S2 Kenotariatan
Program S2 Kenotariatan berdurasi 1,5–2 tahun dan khusus dipersiapkan bagi yang ingin menjadi Notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Harus sudah lulus S1 Ilmu Hukum terlebih dahulu. Fokus pada pembuatan akta otentik, hukum pertanahan, dan etika kenotariatan.
S2 Ilmu Hukum (Magister)
Program S2 Ilmu Hukum berdurasi 1,5–2 tahun untuk spesialisasi mendalam di salah satu bidang hukum (Hukum Bisnis, Hukum Pidana, Hukum Internasional, Hukum Tata Negara, dll). Cocok untuk yang ingin jadi dosen, peneliti, atau spesialis hukum di korporat besar.
S3 Ilmu Hukum (Doktor)
Program S3 Ilmu Hukum berdurasi 3–4 tahun berfokus pada riset dan disertasi orisinal. Ditujukan untuk akademisi dan peneliti senior. Lulusan mendapat gelar Doktor dan biasanya berkarier di dunia akademik atau lembaga riset kebijakan.

Sering tertukar dengan…

apa bedanya?
vsIlmu Politik
Ilmu Hukum fokus pada norma dan peraturan yang berlaku; Ilmu Politik fokus pada proses kekuasaan, kebijakan publik, dan dinamika politik. Lulusan hukum jadi S.H., lulusan politik jadi S.IP.
vsKenotariatan (S2)
Kenotariatan adalah program S2 khusus untuk jadi Notaris/PPAT — butuh gelar S.H. dulu. S1 Ilmu Hukum lebih luas dan tidak spesifik ke profesi notaris.
vsKriminologi
Kriminologi mempelajari penyebab dan pencegahan kejahatan dari perspektif sosiologi; Ilmu Hukum mempelajari aturan hukumnya sendiri — bagaimana suatu perbuatan dilarang, diadili, dan dihukum.
vsAdministrasi Negara / Publik
Administrasi Negara fokus pada manajemen birokrasi dan kebijakan pemerintahan; Ilmu Hukum fokus pada kerangka hukum yang mengatur birokrasi tersebut.
vsHukum Bisnis (S2)
Hukum Bisnis biasanya program S2 untuk spesialisasi di bidang korporasi, investasi, dan kontrak bisnis. S1 Ilmu Hukum lebih generalis dan mencakup semua cabang hukum.

Mitos vs Fakta

MITOS Lulusan hukum pasti jadi pengacara atau jaksa.
FAKTA Lulusan S.H. bisa berkarier di banyak bidang: legal officer di korporat, konsultan hukum, notaris (setelah S2), dosen, diplomat, compliance officer, sampai jadi peneliti kebijakan publik.
MITOS Kuliah hukum cuma hafal pasal.
FAKTA Kuliah hukum melatih kemampuan berpikir kritis, analisis kasus, argumentasi, dan legal reasoning. Hafal pasal itu sebagian kecil — yang penting adalah bisa menerapkan dan menginterpretasi hukum secara logis.
MITOS Gelar S.H. langsung bisa jadi pengacara.
FAKTA Setelah lulus S.H., kamu harus mengikuti pendidikan khusus profesi advokat (PKPA), magang di pengadilan atau firma hukum, lalu mengikuti ujian profesi advokat sebelum bisa berpraktik.
MITOS Prodi hukum gampang karena cuma baca dan hapal.
FAKTA Mahasiswa hukum harus rajin membaca volume literatur yang besar, menyusun legal opinion, simulasi sidang, dan berargumentasi secara terstruktur. Bukan cuma baca — harus dipahami dan diterapkan.
MITOS Hukum itu kaku dan tidak bisa berubah.
FAKTA Hukum terus berkembang mengikuti dinamika masyarakat. Regulasi baru lahir, putusan pengadilan menciptakan yurisprudensi, dan isu baru seperti hukum digital, perlindungan data, dan fintech terus membuka cabang hukum baru.
02

Toolkit & Persiapan

GUIDE

Hardware & software pribadi yang perlu kamu siapkan sebelum kuliah — kebutuhannya berbeda tiap prodi. Alat berat & mahal biasanya sudah disediakan kampus.

SPEK LAPTOP MINIMUM

Laptop standar (i3/Ryzen 3 ke atas, RAM 8 GB, SSD 256 GB). Kebutuhan komputasi tidak berat — utamanya untuk menulis, riset online, dan akses database hukum.

PERKIRAAN BUDGET AWAL
Rp 5–10 jt

Sekali beli, bisa dipakai sepanjang kuliah.

Laptop / notebook
Untuk menyusun karya tulis, makalah, dan tugas akhir. Tidak butuh spesifikasi tinggi.
Wajib
Akses internet stabil
Untuk akses JDIH, peraturan perundang-undangan, jurnal hukum, dan database putusan pengadilan.
Wajib
Kamus hukum / Black's Law Dictionary
Berguna untuk memahami istilah hukum Latin dan terminologi hukum internasional.
Wajib
Koleksi peraturan perundang-undangan
Bisa digital (via JDIH / peraturan.bpk.go.id) atau cetak. UU KUHP, KUHPerdata, KUHAP, UUD 1945, dll.
Wajib
Printer
Untuk mencetak dokumen hukum, legal opinion, dan tugas. Bisa pakai fasilitas kampus.
Opsional
Buku catatan tebal / binder
Catatan perkuliahan dan ringkasan kasus. Banyak mahasiswa hukum masih mengandalkan catatan tulis tangan.
Wajib
03

Facility Checklist

GUIDE

Pertanyaan khusus Ilmu Hukum untuk dibawa saat open house atau survei kampus. Fasilitas penting di tiap jurusan berbeda — ini yang paling menentukan.

Catatan: Myjor tidak menyimpan database fasilitas tiap kampus. Ini alat untuk kamu menilai sendiri.

Ada ruang sidang simulasi (moot court) untuk latihan persidangan?
Perpustakaan hukum punya koleksi lengkap putusan pengadilan dan peraturan perundang-undangan?
Akses ke database hukum digital (LexisNexis, HeinOnline, JDIH Nasional, Legalpedia)?
Ada laboratorium klinik hukum (legal clinic) untuk praktik bantuan hukum langsung?
Fasilitas untuk kegiatan peradilan semu (moot court competition) tingkat nasional/internasional?
Jumlah dan kualifikasi dosen tetap — berapa yang bergelar Doktor atau Profesor?
Ada program magang yang terstruktur di firma hukum, pengadilan, atau lembaga negara?
Ruang diskusi dan ruang kerja kelompok tersedia untuk mahasiswa?
Kerja sama dengan lembaga bantuan hukum (LBH) atau organisasi advokat?
Akses ke jurnal hukum internasional dan nasional terakreditasi?

Tips: minta tur ke lab/studio yang relevan, bukan hanya gedung utama. Tanya jam akses & apakah alat boleh dipakai mahasiswa S1.

04

Academic Quality

GUIDE

Tiga hal objektif untuk menilai kualitas akademik sebuah prodi — lengkap dengan cara mengeceknya sendiri.

A

Status akreditasi prodi

Cek peringkat akreditasi prodi (bukan hanya kampusnya) di laman resmi. Akreditasi internasional jadi nilai tambah untuk jurusan tertentu.

Unggul / A — terbaik Baik Sekali / B Baik / C

Cek di: BAN-PT (banpt.or.id) atau LAM sesuai rumpun, & PDDIKTI (pddikti.kemdikbud.go.id).

B

Rasio dosen–mahasiswa & cara hitungnya

rasio = jumlah mahasiswa aktif ÷ jumlah dosen tetap
Contoh: 600 mahasiswa ÷ 25 dosen = 1 : 24
Ideal: ±1:20 untuk rumpun eksakta/sains-teknik, ±1:30 untuk sosial/humaniora (acuan Kemdikbud).
!Makin kecil angka kedua, makin banyak perhatian per mahasiswa. Di atas 1:40 patut diwaspadai.
!Cek juga kualifikasi dosen (S2/S3) & ada tidaknya dosen praktisi dari industri.
C

Riset dosen — apakah relevan & terkini?

Lihat profil dosen & publikasinya (Google Scholar / SINTA). Untuk Ilmu Hukum, cari yang meneliti topik yang sedang relevan:

Hukum Pidana & KriminologiHukum Bisnis & Perdagangan InternasionalHukum Tata Negara & KetatanegaraanHukum Lingkungan & Sumber Daya AlamHukum Siber & Perlindungan Data PribadiHukum Ketenagakerjaan & Hubungan IndustrialHukum Hak Kekayaan Intelektual (HKI)Hukum Hak Asasi ManusiaHukum Agraria & PertanahanHukum Islam & Hukum AdatHukum Kesehatan & BioetikaHukum Pajak & Keuangan Negara

Mis. apakah ada dosen yang riset soal AI, atau riset terkait kanker? Topik aktif menandakan prodi mengikuti perkembangan bidang.

TANYAKAN SAAT OPEN HOUSE

“Berapa rasio dosen–mahasiswa prodi ini? Apa topik riset dosen yang sedang berjalan? Berapa persen lulusan bekerja sesuai bidang dalam 6 bulan?”

05

Kerjasama & Mitra

GUIDE

Kerja sama kampus sangat menentukan jalur magang, riset, & karier. Jenis mitra yang penting berbeda tiap jurusan — ini yang relevan untuk Ilmu Hukum.

Firma hukum & kantor advokat
Ada jalur magang atau kerja sama dengan firma hukum besar? Berapa mahasiswa yang tersalurkan per tahun?
Lembaga bantuan hukum (LBH / Posbakum)
Ada program klinik hukum kerja sama dengan LBH untuk praktik bantuan hukum langsung?
Pengadilan & kejaksaan
Ada program studi lapangan atau magang di pengadilan negeri, PT, MA, atau kejaksaan?
Lembaga negara & regulator
Ada kerja sama dengan Kemenkumham, KPK, OJK, atau Komnas HAM untuk penelitian atau magang?
Perusahaan & BUMN (divisi legal)
Ada jalur magang di divisi legal perusahaan besar atau BUMN? Kemitraan apa yang aktif?
Organisasi profesi advokat
Terdaftar di PERADI, KAI, atau organisasi advokat lain? Ada jalur sertifikasi profesi?
Universitas mitra internasional
Ada program pertukaran mahasiswa atau joint-degree dengan fakultas hukum di luar negeri?
Riset bersama (hukum & kebijakan)
Dosen aktif meneliti dengan dana hibah nasional/internasional? Ada pusat studi hukum?

Minta daftar mitra resmi & MoU yang masih aktif — bukan sekadar logo di brosur. Tanya berapa mahasiswa yang benar-benar tersalurkan tiap tahun.

06

Career & Salary

DATA
Awal
0–2 tahun
Rp 5–7 jt
per bulan
Menengah
3–6 tahun
Rp 8–15 jt
per bulan
Senior
7+ tahun
Rp 20–50 jt
per bulan
Jalur karierKisaran gaji /bln
Legal Staff / Legal Officer Rp 5–8 jt
Advokat / Pengacara Rp 7–15 jt
Corporate Lawyer Rp 13–50 jt
Legal Manager / Legal Head Rp 15–30 jt
Compliance Officer Rp 10–25 jt
Hakim / Jaksa (ASN) Rp 5–15 jt
Dosen / Peneliti Hukum Rp 5–20 jt
Konsultan Hukum Rp 10–35 jt

Sumber: survei gaji industri Myjor 2024 (n=4.200), BPS, dan portal lowongan. Angka median, dipengaruhi kota, perusahaan, dan pengalaman.

Sumber & Referensi

Data karier & gaji di atas ditelusuri ke sumbernya. Klik untuk buka/tutup daftar sumber.

06 · Career & Salary (3 sumber)